Health & Medical

Ini Alasan Osteoporosis Disebut Silent Disease

BANYAK orang yang berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis. Selain itu diperkirakan 2 dari 5 penduduk Indonesia juga berisiko terkena osteoporosis.

Dokter Ricky Edwin Pandapotan Hutapea, Sp.OT (Okay), Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi di RS EKA Hospital menjelaskan, osteoporosis dapat menyerang siapa saja terutama dewasa dan lansia.

 osteoporosis

“Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent illness) di mana tanda dan gejalanya tidak disadari. Penyakit ini bisa dikatakan silent illness karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun, hingga suatu saat bisa terjadi patah tulang hingga penurunan kualitas hidup. Namun osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin,” ujarnya, Senin, (11/10/2021).

Dokter Ida Gunawan, MS. Sp.GK(Okay), FINEM, Spesialis Gizi Klinik menambahkan, masyarakat sebaiknya mulai memperbaiki gaya hidup dan juga pola makan.

“Apalagi osteoporosis dapat disebabkan salah satunya karena faktor usia, rendahnya asupan kalsium, antioksidan, dan protein, maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat. Pola hidup sehat harus dimulai sedini mungkin untuk mencegah osteoporosis,” kata Dokter Ida.

Menurutnya, sangatlah penting untuk mengonsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat, juga melakukan gaya hidup sehat, salah satunya adalah dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis.

Konsumsilah nutrisi yang tepat dan eimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun.

“Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian kita setiap harinya mulai dari usia muda sampai usia lanjut,” terang Dokter Ida.

Boy Sinaga dari Business Unit Coordinator General Adult Nutrition Kalbe Nutritionals menambahkan, saat bertambahnya usia, gejala faktor usia seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis serta sarkopenia itu semakin terasa. 

Makanya, ujar dia, menjelang Hari Osteoporosis Nasional (HON), pihaknya mengadakan rangkaian acara untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga kekuatan tulang lewat nutrisi dan olahraga yang tepat, sehingga walau beraktivitas di rumah saja kita bisa tetap aktif bergerak dan lebih sehat.

(DRM)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button